Adzab Qubur Terus Menerus Atau Gimana ?
Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.
Diantara keyakinan kita ahlu sunnah wal jama’ah (aswaja) adalah
mengimani adanya adzab qubur. Mungkin pernah terbersik di hati kita 2
buah pertanyaan besar. Pertama, apakah adzab qubur itu pada ruh atau
pada badan ? Kedua, apakah adzab qubur itu terus menerus hingga qiyamat
ditegakkan atau sesuatu saat terhenti meskipun belum datang hari qiyamat
?
Untuk pertanyaan pertama telah kita singgung pada artikel sebelum ini. Kami persilakan klik di sini. Adapun pertanyaan kedua maka mari simak tanya jawab berikut ini.
Pertanyaan :
Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah pernah ditanya[1],
“Apakah adzab qubur itu terus menerus (kontiniyu) atau terputus ?”
Jawaban :
“Jika seorang manusia itu merupakan orang yang kafir –wal iyyadzu billah- maka sesungguhnya tidak ada lagi jalan menuju kenikmatan baginya. Sehingga adzab qubur untuknya bersifat kontiniyu terus menerus.
Sedangkan bila dia adalah seorang mukmin yang punya dosa maksiat maka dia akan diadzab sekadar, sesuai dosa-dosanya.
Boleh jadi adzab atas dosa-dosanya itu lebih singkat dibandingkan
masanya berada diantara waktu dia mati hingga tegak qiyamat (alam
barzakh) maka ketika itu adzab yang dialaminya akan terputus”.
[1] Lihat Majmu’ Fatawa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah hal. 30/II Terbitan Darul Wathon, Riyadh, KSA.
Sumber : www.alhijroh.com


0 komentar:
Posting Komentar