Bolehkah Mengucapkan ‘Almarhum’ untuk Orang Yang Sudah Meninggal ?
Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.
Pernahkah kita mengucapkan ucapan seperti judul di atas ? Pernah menulis di depan nama seseorang dengan gelar tersebut ? Temukan jawabannya di sini.
Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah pernah ditanya,
“Apa hukum ucapan ‘Fulan Al Marhum[1]’ , ‘Taghommadahullahu bi rohmatih[2]’ dan ‘Intaqola ilaa rohmatillah[3]’ ?”
Beliau Rohimahullah menjawab,
“Ucapan ‘Fulan Al Marhum’ atau ‘Taghommadahullahu bi rohmatih’ tidak mengapa diucapkan (boleh –pen). Karena ucapan sebagian kita ‘Al Marhum’ (maksudnya –pen) dalam konteks cita-cita dan harapan, bukanlah dalam konteks khobar/penetapan. Sehingga jika dalam konteks cita-cita dan harapan maka hukumnya tidak mengapa / boleh.
Adapun ucapan ‘Intaqola ilaa rohmatillah’ hukumnya juga demikian. Yang terlihat jelas bagi kami ucapan demikian termasuk dalam konteks harapan bukan dalam konteks khobar/penetapan. Karena khobar/penetapan hal yang demikian merupakan bagian perkara ghoib yang tidak dapat dipastikan. Demikian juga tidaklah dikatakan ‘Intaqola illaa ar Rofiiq al A’laa’ (Yang telah berpindah menuju Kekasih Yang Paling Tinggi / Allah -pen)”.
Kesimpulan dari fatwa di atas :
Boleh mengucapkan ucapan Si Fulan Al Marhum atau Al Marhum Si Fulan asalkan dalam konteks harapan dan cita-cita kita buat si Fulan tersebut. Namun jika konteksnya penetapan / khobar maka tidak boleh. Namun kalau sangat mungkin dihindari lebih selamat jika mengucapkan Rohimahullah. Allahu a’lam.
[1] Maknanya kira-kira ‘Yang mendapat rahmat Allah’.
[2] Maknanya kira-kira ‘Yang Allah melimpahkan rahmat kepadanya’.
[3] Maknanya kira-kira ‘Yang telah berpindah menuju rahmat Allah’.
Sumber : www.alhijroh.com



0 komentar:
Posting Komentar