Do’a Dapat Mengubah Takdir ?
Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.
Mungkin anda pernah mendengar sabda Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam,
لاَ يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلاَّ الدُّعَاءُ
“Tidak ada yang menolak takdir kecuali do’a”[1].
Nah,
dari hadits ini mungkin ada yang bertanya apakah do’a akan memberikan
pengaruh pada takdir yang sudah ditetapkan ? Atau bagaimana pengaruh
do’a terhadap perubahan takdir ? Mari simak fatwa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah berikut[2].
Pertanyaan :
“Apakah do’a dapat berpengaruh dalam mengubah takdir yang telah dituliskan untuk seorang manusia sebelum penciptaannya ?”
Jawaban :
“Tidaklah perlu diragukan bahwasanya do’a memiliki pengaruh dalam perubahan takdir yang telah dituliskan. Namun perubahan ini juga telah dituliskan dengan sebab adanya do’a.
Maka janganlah anda menyangka jika anda berdo’a kepada Allah, anda
sedang berdo’a dengan sesuatu yang tidak dituliskan di dalam takdir.
Bahkan do’a tersebut juga telah dituliskan dan hasil dari do’a tersebut
juga sudah dituliskan dalam takdir.
Oleh karena itulah anda temukan seorang yang meruqyah seorang yang sakit dapat sembuh dari sakitnya. Kisah[3] rombongan yang diutus Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam, kemudian
mereka singgah di sebuah perkampungan sebagai tamu namun orang kampung
tersebut menolak menjamu mereka sebagai tamu. Kepala kampung tersebut
ditakdirkan digigit seekor ular sehingga penduduk kampung mencari orang
yang mampu meruqyahnya. Lalu shahabat utusan Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam tersebut
mempersyaratkan upah untuk meruqyah sang kepala kampung, jika sembuh
maka akan mendapatkan kambing. Kemudian salah seorang shahabat Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam tersebut
membacakan Surat Al Fatihah. Lalu orang digigit ular tadi berdiri
seakan-akan orang yang lepas dari ikatan. Maksudnya seolah-olah seperti
onta yang lepas dari tali pengikatnya. Ruqyah mampu menjadi sebab yang
berpengaruh sebagai penyembuh bagi orang yang sakit”.
“Nah, do’a juga mempunyai pengaruh. Akan tetapi bukanlah maksudnya mengubah apa yang sudah ditakdirkan.
Bahkan perubahan tersebut juga sudah ditulis dalam takdir dengan sebab
do’a. Segala sesuatu di sisi Allah berdasarkan ketetentuan/takdir.
Demikan juga semua sebab dapat memiliki pengaruh terhadap suatu hal atas
izin Allah. Sesuatu yang disebabkan dan sebabnya juga sudah tertulis di dalam takdir Allah”.
[1] HR. Tirmidzi no. 2139. Beliau Rohimahullah mengatakan hadits ini hasan ghorib. Syaikh Al Albani Rohimahullah menilai hadits ini hasan.
[2] Fataawaa Arkaanil Islaam oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah hal. 124 terbitan Dar Tsuroya, Riyadh, KSA.
[3] HR. Tirmidzi no. 2063, Ahmad no. 11085. hadits ini dinilai hasan oleh Tirmidzi, dinilai shohih oleh Al Albani dan dinilai shohih sesuai syarat Muslim oleh Syu’aib Al Arnauth Rohimahumullah.
Sumber : www.alhijroh.com



0 komentar:
Posting Komentar