Jika Nafi Mendahuli Fi’il Mudhori’
Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.
Pembaca yang semoga dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sudah
cukup lama rasanya kita tidak menulis dengan tema ilmu ushul atau
kaidah tafsir. Maka pada kesempatan kali ini kita mencoba kembali
menuliskan sebuah pembahasan ringkas namun Insya Allah akan sangat berguna dalam menafsirkan Ayat Allah ‘Azza wa Jalla di dalam Al Qur’an dan Kalam Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam dalam hadits-hadits beliau.
Syaikh Sholeh Alu Syaikh Hafidzahullah mengatakan[1],
“Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ هُمْ بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ
“Dan mereka adalah orang-orang yang tidak berbuat kemu terhadap Tuhan mereka”. (QS. Al Mu’minun [23] : 59)
Firman Allah Tabaroka wa Ta’ala,
لَا يُشْرِكُونَ
“Dan mereka adalah orang-orang yang tidak berbuat kemu terhadap Tuhan mereka”. (QS. Al Mu’minun [23] : 59)
Menunjukkan peniadaan kemusyrikan. Telah kami sebutkan sebelumnya bahwasanya Nafi (لَا) jika berkaitan langsung dengan Fi’il Mudhori’ (يُشْرِكُونَ) maka akan memberikan faidah keumuman makna Mashdar yang sesuai dengan makna fi’ilnya(شِرْكٌ)”. Seakan-akan Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
(وَالَّذِينَ هُمْ بِرَبِّهِمْ لَا يَفْعَلُوْنَ شِرْكًا)
‘Mereka
adalah orang-orang yang tidak melakukan kemusyrikan sedikitpun atau
mereka tidak berbuat kemusyrikan besar, kecil dan yang tersembunyi”.
Dengan kata lain tafsirnya adalah mereka (orang-orang yang
benar-benar merealisasikan tauhid) merupakan orang-orang yang tidak
melakukan perbuatan kemusyrikan sedikitpun baik dalam kecil ataupun
besar, yang zhohir maupun yang tersembunyi. Allahu a’lam.
[1] Lihat At Tamhid Syarh Kitab Tauhid oleh Syaikh Sholeh bin ‘Abdul Aziiz Aalu Syaikh hal. 37 terbitan Dar At Tauhid, Riyadh, KSA.
Sumber : www.alhijroh.com


0 komentar:
Posting Komentar