Apakah Iblis Termasuk Malaikat ?
Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.
Sekilas judul di atas gampang sekali dijawab. Namun ketika dihadapkan dengan firman Allah Subhana wa Ta’ala,
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآَدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis, ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir”. (QS. Al Baqoroh [2] : 34)
Mungkin ada yang ragu.
Mari simak tanya jawab berikut.
Pertanyaan :
Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah pernah ditanya,
“ Apakah Iblis Termasuk Bagian Malaikat ?”
Jawaban :
“Iblis bukanlah termasuk malaikat. Karena iblis diciptakan dari api
sedangkan malaikat diciptakan dari cahaya. Tabi’atnya malaikat tidak
sama dengan tabi’at iblis. Adapun malaikat maka Allah Ta’ala menyifati bahwa mereka adalah
لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS. At Tahrim [66] : 6)
Demikian pula Allah Subhana wa Ta’ala menyifati mereka,
وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ (19) يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ (20
“Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya”. (QS. Al Anbiya [21] : 19-20)
Adapun syaithon maka tabiatnya kebalikan dari malaikat. Karena iblis adalah mahluk yang sombong, sebagaimana firman Allah Ta’ala,
إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
“Kecuali Iblis, ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir”. (QS. Al Baqoroh [2] : 34)
Namun Wajhul Khithob untuk malaikat agar sujud kepada Adam
sedangkan iblis berada di sekitar mereka yaitu bersama malaikat
(sebelumnya bersama-sama beribadah bersama mereka) –wal iyyadzu billah–
dalam keadaan menyembunyikan kekufuran dan kesombongan. Sehingga
perintah untuk bersujud mencakup seluruhnya (yaitu malaikat dan iblis
–pen). Dengan ini maka benarlah istitsnaa’ atau pengecualian iblis dari malaikat. Karena itulah Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,
فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ
“Maka sujudlah mereka kecuali Iblis”. (QS. Al Baqoroh [2] : 34)
Dengan demikian asalnya tanpa ada keraguan bahwa iblis bukanlah termasuk malaikat. Sebagaimana firman Allah Subhana wa Ta’ala,
فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ
“Maka sujudlah mereka (malaikat) kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya”. (QS. Al Kahfi [18] : 50)
Allahu a’lam.
[Diterjemahkan dari Majmuu Fataawa Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin hal. 286-287/I terbitan Darul Wathon, Riyadh, KSA]
Sumber : www.alhijroh.com



0 komentar:
Posting Komentar