Do’a Mendapatkan Lailatul Qodr
Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.
Mendapatkan lailatul qodar merupakan dambaan setiap muslim. Namun tak
sedikit dari kita yang bingung bagaimana mendapatkannya, apa yang harus
dilakukan untuk mendapatkannya, amalan apa yang dianjurkan ? Kesemua
hal itu sudah kita bahas beberapa waktu yang lalu. Silakan simak di sini.
Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq Hafizhahullah mengatakan,
“Sesungguhnya semangat untuk mendapatan malam ini (lailatul qodr),
berusaha melaksanakan keta’atan dan bersungguh-sungguh berdo’a merupakan tanda orang-orang yang terpilih dan alamat orang-orang yang baik (bertaqwa –pen.).
Bahkan mereka adalah orang-orang yang sangat berharap kepada Allah agar
mereka diberikan maaf dan ampunan. Karena pada malam tersebut
ditetapkan perkara seseorang selama setahun penuh. Maka mereka berdo’a
dan mengulang-ulang do’anya. Pada setiap tahunnya mereka
bersungguh-sungguh mengerahkan kemampuan, memohon pertolongan dan taufik
dari Allah (untuk mendapatkannya -pen)”[1].
Pada kesempatan kali ini kita akan mengetengahkan sebuah hadits Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam dari ‘Aisyah rodhiyallahu ‘anha,
قُلْتُ يَا رَسُولَ اَللَّهِ : أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيَّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ اَلْقَدْرِ, مَا أَقُولُ فِيهَا? قَالَ: قُولِي: اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Wahai Rosulullah, bagaimana pendapatmu jika aku mendapatkan malam lailatul qodr ? Apa do’a yang aku panjatkan ketika itu ? Bacalah
(اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي) ‘Allahumma Innaka ‘Afuwwun Tuhibbul ‘Afwa Fa’fu’anni’ Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Pemaaf dan Mencintai Maaf maka ampunilah aku”[2].
Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq Hafizhahullah mengatakan[3],
“Do’a yang memiliki keberkahan ini memiliki makna yang agung,
kandungan yang mendalam, memilki manfaat dan pengaruh yang besar. Do’a
ini sangat sesuai dengan malam lailatul qodr. Malam ini
sebagaimana telah disampaikan sebelumnya merupakan malam ditentukannya
semua perkara, amal-amal seorang hamba selama satu tahun hingga malam lailatul qodr berikut. Barangsiapa
yang Allah anugrahkan pada malam tersebut ‘afiyah dan kemaafan dari
Robb nya maka dia telah beruntung, berhasil dan mendapatkan keuntungan
yang sangat besar. Barangsiapa yang diberikan ‘afiyah di dunia dan akhirat maka berarti dia sungguh telah diberikan kebaikan yang sangat mulia. ‘Afiyah tidak sebanding dengan apapun”.
Lantas apa makna permintaan tesebut ? Apa Makna ‘Afiyah ?
Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq Al Badr Hafizhahullah mengatakan[4],
“(الْعَفْوَ) artinya dihapuskannya dosa dan ditutupi dosa (dari pandangan manusia –pen.) sedangkan (العافية) adalah Allah
memberikan keamanan bagi seorang hamba dari segala macam siksaan, rasa
benci dan fitnah/cobaan, yaitu dengan Allah palingkan darinya hal
tersebut dan Allah jaga diri hamba tersebut dari bala bencana dan sakit
serta Allah menjaganya dari keburukan dan perbuatan dosa”.
(Lebih lanjut tentang makna dan kandungan do’a ini silakan rujuk tulisan kami di sini.)
Di bagian penutup penjelasan do’a malam lailatul qodr ini, Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq Al Badr Hafizhahullah mengatakan,
“Oleh karena itu, sesungguhnya diantara kebaikan bagi seorang muslim
adalah dengan memperbanyak do’a yang penuh berkah ini pada setiap waktu
dan keadaan. Terutama pada malam lailatul qodr yang pada mala mini
ditentukan seluruh perkara. Hendaklah seorang muslim mengetahui
bahwasanya Allah ‘Azza wa Jalla adalah Dzat Yang Maha Memberi Maaf dan Menyukai Kemaafan. Firman Allah Subhana wa Ta’ala,
وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ
“Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan mereka dan mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Asy Syuuroo [42] : 25)
Allah Subhana wa Ta’ala senantiasa memberikan kemaafan yang luas. Setiap
orang pasti sangat membutuhkan ‘afiyah, membutuhkan ampunan Nya. Tidak
ada seorangpun yang merasa cukup atas ‘afiyah dan ampunan dari Nya. Sebagaimana tidak ada seorangpun yang merasa cukup dari rahmat Allah dan kemurahan Nya.
Kita memohon kepada Allah agar memberikan kita ‘afiyah, mamasukkan
kita kepada rahmat Nya, agar kita mengamalkan keta’atan dan menunjuki
kita kepada jalan yang lurus”[5].
Mudah-mudahan bermanfaat.
[1] Lihat Fiqh Al Ad’iyah wal Al Adzkaar hal. 267/IV terbitan Kunuz Isybiliya, Riyadh, KSA.
[2] HR. Tirmidzi no. 3513, Ibnu Majah no. 3850. Hadits ini dinilai shohih oleh Al Albani dan dinilai hasan shohih oleh At Tirmidzi.
[3] Idem.
[4] Idem hal. 31/III.
[5] Idem hal. 268-269/IV.
Sumber : www.alhijroh.com





0 komentar:
Posting Komentar